Peneliti IPB: Tempe Dapat Bantu Cegah HIV/AIDS

0
306
- Advertisement -

Di dalam tempe terdapat berbagai zat gizi dan non gizi yang sangat baik untuk mencegah berbagai penyakit (Ist/klatenkab.go.id)

Bogor- Peneliti dari Departemen Ilmu Teknologi Pangan, Fakutas Teknologi Pertanian (FPERTA), Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS, mengatakan proses fermentasi kedelai menjadi tempe adalah salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang sudah sepantasnya dibanggakan dan terus dilestarikan.

Pasalnya, tempe yang mulai dikenal di Indonesia sejak abat ke-16 itu, selain tersohor karena cita rasanya yang enak dan khas, ternyata  di dalam tempe juga terdapat berbagai zat gizi dan non gizi yang sangat baik untuk mencegah berbagai penyakit  pada manusia, termasuk penyakit HIV/AIDS.

“Dari hasil riset dan penelitian kami pada tempe, bukan saja berperan sebagai peyedia zat-zat gizi yang lebih baik dari pada kedalai, tapi tempe ini juga sebagai sumebr seyawa bioaktif yang sangat berperan untuk kesehatan, serta meningkatkan daya tahan tubuh yang optimal bagi para penderita HIV/AIDS,” kata Prof. Made, dalam acara Diskusi Coffy Morning, Pra Orasi Ilmiah Guru Besar, di kampus Baranangsiang, Kota Bogor, seperti yang tertulis di bisnisjakarta.co.id, (2017/04/06)

Guru Besar IPB itu menjalaskan, bahwa saat ini sudah banyak hasil penelitian ilmiah termasuk yang telah dia lakukan pada tempe, juga membuktikan bahwa pada tempe terdapat berbagai zat dan komponen fungsional berupa vitamin, mineral,asam lemak tidak jenuh, peptide dan asam amino, serat pangan, pre/pro biotic, isoflasterol, fitosterol dan lainnya yang itu semua sangat berperan penting dalam kesehatan tubuh manusia. “Itu semua telah membuktikan bahwa tempe ini bukan sembarang pangan tradisional biasa, tapi tempe juga memiliki pesona dan daya tarik tinggi untuk terus digali kasiatnya dan manfaatnya bagi kemaslahatan umat manusia di dunia,” ujarnya.

Tahu dan sadar akan begitu besarnya manfaat mengkonsumsi tempe untuk kesehatan, Prof. Made Astawan, mengaku akan terus berupaya mengkampanyekan produk tempe kepada masyarakat luas termasuk dalam karya ilmiahnya yang ia beri judul  “Tempe sebagai warisan budaya dan pangan fungsional persembahan dari Indonesia untuk dunia” sebagaimana yang akan belaiau sampaikan dalam acara Orasi Ilmiah Tiga Guru Besar Tetap IPB, pada Sabtu (08/4) mendatang,  di kampus IPB Darmaga Bogor.

Ketua Forum Tempe Indonesia (FTI) itu menjelaskan, bahwa tempe bagi bangsa Indonesia memiliki nilai yang sangat setrategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khusunya pada sektor perekonomian nasional. “Saat ini di Indonesia sudah ada sekitar 100 ribu lebih unit pengolahan dan pembuat tempe. Jumlah tersebut tersebar di 18 provinsi dan 177 kabupaten/kota di Indoensia,” jelasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here