Hindari HIV/AIDS Dengan Terapkan TTM

0
496
TTM bukan hanya kepanjangan dari Teman Tapi Mesra. (Ist/Shutterstock.com)
- Advertisement -

Jakarta- TTM bukan hanya kepanjangan dari Teman Tapi Mesra. TTM yang dimaksud kali ini adalah Tahan diri, Tetap Setia, dan Main aman. dan hal tersebut merupakan langkah-langkah yang dapat digunakan untuk pencegahan HIV-AIDS.

“Jadi TTM itu Tahan diri untuk tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. Tetap setia dengan pasangan, jadi tidak gonta-ganti pasangan. Ketiga, Main aman, yaitu menggunakan kondom pada hubungan seks berisiko,” papar Deputy Group GM Condoms Business Unit PT. DKT International, Pierre Frederick dalam acara peringatan 20 Tahun DKT Indonesia di Jakarta, seperti yang tertulis dalam tribunnews.com, Kamis (19/1/2017).

Rumus tersebut berlaku untuk remaja masa kini agar pacaran yang sehat dan tidak kebablasan. Maka sangat penting bagi mereka mendapat pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini.

Psikolog Elizabeth Santosa mengatakan, pendidikan kesehatan reproduksi akan sangat terlambat bila baru diberikan kepada anak SMA.

“Pendidikan kesehatan reproduksi diberikan kepasa anak SMP juga sudah terlambat. Lebih dini lagi. Sekarang ini ada anam-anak berusia 9,5 tahun yang sudah menstruasi,” tutur psikolog yang akrab disapa Lizzie itu

Menurut Lizzie, orangtua harus terus memperbarui pengetahuannya agar tidak kalah kemajuan zaman pada masa anak-anak.

Dengan begitu, apabila ingin mengajarkan sesuatu pada remaja, pilihlah kata-kata atau kalimat yang memang akrab di telinga mereka sehari-hari.

Edukasi mengenai kesehatan reproduksi itu harus dimulai dari keluarga hingga guru di sekolah.

Pendidikan kesehatan reproduksi teramat penting karena kasus HIV yang belum berhasil diturunkan

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, kasus infeksi HIV di Indonesia yang dilaporkan sejak tahun 1987 sampai Juni 2016 mencapai 208.920 jiwa. Kemudian, jumlah AIDS pada periode yang sama mencapai 82.556 jiwa.

Berdasarkan usia, kasus HIV-AIDS tertinggi ada pada usia 20-29 tahun, yakni 31,4 persen, lalu 30-39 tahun sebesar 30,3 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here