Kisah Pria India yang Mengadopsi 22 ADHA

0
180
- Advertisement -

Lelaki bernama Rajib Thomas atau yang dipanggil Papa Reji, telah mengurus anak-anak tersebut selama hampir satu dekade.(Ist/Tribunnews.com)

Mumbai- Seorang lelaki India mengadopsi 22 anak dengan HIV/AIDS (ADHA) yang ditelantarkan oleh orangtuanya. Lelaki bernama Rajib Thomas atau yang dipanggil Papa Reji, telah mengurus anak-anak tersebut selama hampir satu dekade.

Semua anak-anak hidup bersama lelaki berusia 44 tahun itu di sebuah rumah di Mumbai. Istri dan dua anak kandung Rajib juga amat mengasihi 22 anak penderita HIV tersebut.

Istri Rajib, Mini Reji, selama tiga kali sehari memasak untuk dua lusin anak-anak ini. Sementara Papa Reji mengurus pendidikan dan kesehatan mereka.

“Pada 2007, ketika saya bertemu seorang gadis pengidap hiv positif di luar rumah sakit, dia meminta saya untuk memberi sedikit mi untuknya. Tapi saya tidak bisa memberinya pada hari itu, dan berjanji untuk kembali lagi,” kata dia.

“Pada hari berikutnya ketika saya kembali ke sana, saya lihat bahwa gadis itu tidak ada lagi. Saya sangat terpukul setelah mendengar berita itu, kemudian saya berpikir untuk melakukan sesuatu untuk anak-anak ini,” sambung dia.

Setelah itu, Papa Reji berbicara dengan Spesialis HIV/AIDS, Divya Mithale, tentang keinginannya untuk mengadopsi anak-anak tersebut. Dia pun mengurus prosedur agar Rajib dapat membawa dua bayi yang ditinggalkan orangtuanya karena HIV.

“Pada 2009, saya menyewa ruang yang lebih besar untuk istri dan dua anak, dan dua bayi baru lahir pengidap HIV-positif yang saya bawa,” katanya.

Pada awalnya, Rajib mengatakannya dirinya merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan, tapi akhirnya dirinya selamat dari kesulitan dan memberikan kenyamanan dan membantu lebih banyak lagi anak-anak.

“Secara bertahap orang mulai menyumbangkan kasur, makanan dan uang ketika mereka melihat kami bekerja untuk anak-anak ini. Keluarga saya yang hanya empat orang, perlahan-lahan menjadi tambah banyak hingga 24 orang, karena semakin banyak anak-anak dengan HIV dikirim ke saya dari rumah sakit yang berbeda,” ujar dia.

Mini menambahkan bahwa dirinya dan sang suami selalu memastikan tidak ada anak yang merasa ditelantarkan di rumah mereka.

“Kami memarahi mereka semua, sebanyak kami mencintai mereka. Kami juga selalu merayakan ulang tahun mereka di sini dan langsung mengurus ketika salah seorang anak ada yang jatuh sakit,” ungkap Mini.

Papa Reji tampak bangga keluarganya terus bertumbuh, dan mengatakan mereka telah menjadi tujuan hidupnya.

“Semua anak-anak ini memanggil saya Papa dan itu adalah tugas dari seorang ayah untuk melindungi anak-anaknya. Jadi saya tidak melakukan sesuatu yang luar biasa. Hanya mengurus anak-anak saya,” tutupnya rendah hati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here