Cegah Penularan HIV dengan “ABCDE”

0
2136
- Advertisement -

rumus ABCDE yang selama ini disosialisasikan sebagai cara mencegah penularan HIV/AIDS.(Ist/pencegahanhivaids.com)

Jakarta- Penyebaran AIDS di Indonesia ditargetkan berakhir pada tahun 2030. Karena itu, upaya pencegahan penularan HIV/AIDS ditekankan kepada negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun sayang, jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia belum juga mengalami penurunan. Data tahun 2005 hingga Desember 2015, tercatat ada 191.073 orang dengan HIV/AIDS di Indonesia.

Menurut Ketua Program Yayasan AIDS Indonesia dr Sarsanto W Sarwono SpOG, data tersebut sebenarnya seperti fenomena gunung es. Jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang tidak tercatat diperkirakan lebih banyak dari angka tersebut.

Untuk menurunkan angka kasus HIV/AIDS di Indonesia, ada rumus ABCDE yang selama ini disosialisasikan sebagai cara mencegah penularan HIV/AIDS.
A (Abstinace) adalah tidak berhubungan seks di luar nikah. Sarsanto mengatakan, edukasi mengenai HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi dilakukan mulai dari siswa-siswi sekolah menengah pertama (SMP).

B (Be faithful) adalah saling setia pada pasangan. Sarsanto menjelaskan, banyak pria yang suka “jajan” di luar dan tidak menggunakan kondom sehingga dapat membawa virus saat pulang ke rumah. HIV kemudian bisa menular ke istri di rumah saat berhubungan seksual.

Untuk itu, setia pada pasangan atau tidak bergonta-ganti pasangan berhubungan seks juga menjadi kunci pencegahan HIV.

C (Condom), yaitu penggunaan kondom saat berhubungan seksual. Penggunaan kondom dinilai sangat efektif mencegah penularan HIV.

Sarsanto mengungkapkan, Thailand sukses menurunkan angka HIV karena melakukan kampanye membagikan kondom gratis.

“Kondom itu satu-satunya yang efektif mencegah penularan dalam hubungan seks,” kata Sarsanto.

Namun, di Indonesia kampanye menggunakan kondom bisa menimbulkan kontroversial seperti yang pernah dialami mantan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.

D (Don’t use drugs) atau tidak memakai narkoba. Kasus penularan HIV juga banyak terjadi pada pengguna napza suntik secara bergantian.

E (Equipment) yang artinya menggunakan peralatan steril. “Kalau mau akupuntur atau tato jangan pakai jarum orang lain, pakai jarum sendiri,” saran Sarsanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here