Kuldesak Bantu Rehabilitasi Remaja Korban Penyalahgunaan Napza

1
456
kegiatan pembinaan dan pendampingan guna rehabilitasi bagi remajakorban penyalahgunaan napza. (Kuldesak/YW)
- Advertisement -

Kuldesak, Depok- Lembaga swadaya masyarakat (LSM) kuldesak yang concern di bidang sosial kemanusiaan  dan bermitra dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, melaksanakan kegiatan pembinaan dan pendampingan guna rehabilitasi bagi remaja yang notabenenya sebagai korban penyalahgunaan napza,  Rabu (04/042017).

“Jumlah remaja korban pengguna napza yang menjadi korban penyalahguna narkoba di kota Depok saat ini masih baru empat dari tujuh yang mendaftar di LSM Kuldesak . Namun dua dari tujuh remaja denganr range usia sekitar 17-23 tahun tersebut masih tentatif dikarenakan masih ragu atau belum ada kabar lebih lanjut,” ujar Yudha Wahid, selaku Koordinator divisi napza , di sekretariat Kuldesak, Depok, jawa Barat.

Lebih lanjut, Yudha juga menjelaskan bahwa untuk mendapatkan layanan asesmen ini, para  penyalahguna narkoba tersebut wajib melaporkan diri ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

“IPWL dapat berupa puskesmas, rumah sakit, lembaga rehabilitasi medis, atau lembaga rehabilitasi sosial yang telah ditunjuk oleh pemerintah.  Penyalahguna narkoba tersebut  nantinya akan diarahkan untuk mengikuti program rehabilitasi sesuai kebutuhannya, sekaligus menghindarkan diri dari permasalahan hukum apabila tertangkap tangan membawa narkoba dalam batas tertentu.” Jelas Yudha.

Memang, Yudha menyayangkan bahwa terkadang implementasi terhadap penanganan pecandu narkotika khususnya bagi mereka yang tertangkap tangan masih sangat minim, hal itu dikarenakan masih banyak pengguna yang tertangkap dan diproses pidana.

Padahal menurut Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika disebutkan bahwa bagi mereka yang melaporkan tidak dituntut pidana untuk dua kali masa perawatan.

“Pasalnya, selain (rehabilitasi) dapat melakukan pencegahan peredaran narkoba, yang paling utama saat ini adalah mengubah mindset, bahwa korban penyalahguna narkoba harus dimasukan ke penjara. Cara seperti itu, tidak lagi sebagai salah satu antisipasi, tetapi lebih memperparah kondisi sang korban penyalahguna, karena di dalam penjara mereka justru bisa bersosialisasi dengan para pengedar yang akhirnya selain menjadi pecandu mereka alih-alih ikut menjadi pengedar.” Tandas Yudha.

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here