Mengenal Lebih Dekat Obat Sofosbuvir

2
660
BPOM menyetujui secara resmi beredarnya obat hepatitis C yang diimpor dari India dengan nama generik Sofosbuvir. (Ist)
- Advertisement -

Berdasarkan riset kesehatan dasar pada tahun 2013, telah ditemukan kurang lebih tiga juta penduduk Indonesia yang mengidap Hepatitis C (HCV). Sekitar setengah dari mereka memiliki penyakit hati yang berpotensi kronis dan 10% berpotensi menuju fibrosis hati yang dapat menyebabkan kanker hati. Tidak heran jika banyak pasien dan kerabat yang sangat membutuhkan obat efektif guna menyembuhkan penyakit ini.

Tahun 2016, setelah melalui perjalanan panjang akhirnya BPOM menyetujui secara resmi beredarnya obat hepatitis C yang diimpor dari India dengan nama generik Sofosbuvir di Indonesia. Sejak itu, mulai banyak pasien hepatitis C yang mencari obat ini ke berbagai rumah sakit dan apotek setempat, baik berdasarkan anjuran dokter maupun rekomendasi pasien lainnya.

Sofosbuvir sendiri merupakan obat hepatitis C terbaru dalam bentuk obat oral yang dianggap efektif dalam membunuh virus hepatitis C pada berbagai genotipe yang ada. Sofosbuvir akhirnya menjadi pilihan baru pengobatan hepatitis C karena efek sampingnya yang lebih sedikit dibanding pengobatan sebelumnya (interferon dan ribavirin) dan efektivitasnya dalam menurunkan secara signifikan jumlah virus yang menyerang hati.

Apa Itu Obat Sofosbuvir?

Sofosbuvir termasuk dalam kategori obat yang disebut dengan direct-acting antivirals (DAA) yang secara langsung menargetkan virus hepatitis C dalam beberapa cara yang berdeda untuk menghentikan virus berkembang biak dan memperbanyak dirinya. Sehingga dengan penggunaan DAA ini, diharapkan memberikan hasil yang baik untuk penderita hepatitis C. Yang belakangan DAA telah  menjanjikan pengobatan yang lebih singkat dalam segi waktu, kecepatan penyembuhan lebih cepat dan lebih sedikit efek samping.

Sofosbuvir memiliki berbagai sifat yang dianggap ideal sebagai terobosan dalam pengobatan hepatitis C, meliputi penggunaan obat yang hanya sekali sehari (1 dosis), tidak ada batasan makanan, sedikit efek samping, interaksi obat minimal, efikasi dan keamanan yang baik untuk pasien, dan respon kecepatan yang baik dalam membunuh virus hepatitis C. Sofosbuvir sendiri bekerja dengan cara menghalangi protein tertentu untuk terikat dengan virus, sehingga dapat mencegah virus bereplikasi.

Apa Saja Kombinasi Dalam Kandungan Obat Sofosbuvir?

Pada panduan hepatitis C yang baru, kombinasi antara sofosbuvir dan interferon + ribavirin direkomendasikan untuk pengobatan pasien hepatitis C dengan genotipe 1, 4, 5, dan 6. Sebagai tambahan, jika pasien tidak bisa menggunakan interferon, sofosbuvir dan simeprevir (dengan atau tanpa ribavirin) direkomendasikan namun bukan kombinasi yang disetujui oleh FDA.

Sedangkan untuk genotipe 2 atau 3, kombinasi sofosbuvir dan ribavirin direkomendasikan untuk diberikan pada pasien. Dengan catatan, penggunaan kombinasi kedua obat ini sedikit lebih kurang baik pada pasien dengan genotipe 3 dibandingkan pada genotipe 2. Sekalin itu pengobatan pada genotipe 3 juga akan lebih panjang dibanding genotipe 2. Bagaimanapun, Sofosbuvir saat ini memiliki peran penting dalam pengobatan hepatitis C kronis, apapun genotipe nya.

Pada tahun 2015, terdapat penelitian dari Jurnal Hepatology yang menunjukkan rekomendasi kombinasi pengobatan Sofosbuvir dengan Daclatasvir selama 12 minggu untuk pasien hepatitis C genotipe 3. Tipe hepatitis C ini sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko sirosis (pengerasan) hati, sebagaimana dengan perkembangan kanker hati dibandingkan dengan genotipe lainnya. Penggunaan kombinasi sofosbuvir dan daclatasfir untuk genotipe 3 menunjukkan hasil pemulihan yang sangat baik pada pasien tanpa kanker dan fibrilasi hati, serta hasil yang cukup baik pada pasien dengan kanker dan fibrilasi.

Bagaimana Penggunaan Obat Sofosbuvir?

Sofosbufir tablet digunakan dengan meminumnya melalui mulut, satu kali sehari dengan atau tanpa bersamaan dengan makanan. Sangat disarankan untuk meminum sofosbufir pada waktu yang sama setiap harinya. Penggunaan obat ini harus terus dilakukan selama masa pengobatan yang dianjurkan oleh dokter. Sekalipun pasien sudah merasa sehat, jangan menghentikan penggunaan obat kecuali atas anjuran dokter.

Jika Sofosbuvir digunakan dengan kombinasi interferon dan ribavirin, biasanya masa pengobatan dilakukan selama 12 minggu. Jika sofosbuvir dikombinasikan dengan ribavirin saja, sama pengobatan biasanya selama 12 atau 24 minggu. Jika pasien telah mengidap kanker hati dan sedang menunggu untuk melakukan transplantasi, sofosbufir dan ribavirin biasanya harus terus diminum selama 48 minggu. Namun masa pengobatan ini juga tergantung bagaimana keadaan penderita, seberapa baik respon tubuh penderita terhadap obat dan bagaiman efek samping yang dialaminya.

Apakah Ada Efek sampingnya?

Meskipun memiliki lebih sedikit efek samping dibandingkan interferon dan ribavirin, sofosbuvir tetap memiliki efek samping yang harus diwaspadai oleh penggunanya. Jika pasien memiliki atau pernah menderita hepatitis B, disarankan sebaiknya tidak mengkonsumsi obat ini. Sofosbuvir disebutkan memiliki kemungkinan untuk mengaktifkan kembali virus hepatitis B dan dapat memperparah keadaan hati hingga menyebabkan kematian. Sebelum menggunakan sofosbuvir, ada baiknya pasien memeriksakan apakah juga sedang mengidap hepatitis B. Karena hepatitis B seringkali tidak dirasakan gejalanya oleh mereka yang mengidapnya.

 

Sumber:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4231565/

http://www.depkes.go.id/article/view/16042700001/sebagian-besar-kematian-akibat-hepatitis-virus-berhubungan-dengan-hepatitis-b-dan-c-kronis.html#sthash.F6nzdlaY.dpuf

http://www.hepatitisc.uw.edu/page/treatment/drugs/sofosbuvir-drug

https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a614014.html

http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/hep.27726/full

http://www.hepctip.ca/daas/

2 COMMENTS

  1. I’m curious to uncover out what blog system youre employing? Im experiencing some small security troubles with my latest weblog and Id like to locate something more safeguarded. Do you’ve any recommendations? bdefccdfbedd

  2. Hi there, I found your web site by the use of Google while searching for a similar matter, your site came up, it seems to be good. I’ve bookmarked it in my google bookmarks. cekafeegkefgaeda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here