Yuk, Cermati 9 Kondisi Kulit Terkait HIV/AIDS

0
2203
(Ilustrasi)
- Advertisement -

Hampir 90 persen ODHA (Orang dengan HIV AIDS) mengalami  beberapa jenis ruam kulit. Dan penyakit kulit sering dipandang sebagai indikator perkembangan penyakit, dilansir dari The Health Site, Kamis (30/11/2017). Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat menyebabkan infeksi yang lebih merajalela daripada biasanya loh guys.

Infeksi yang biasa ‘menyapa’ pada kulit bisa dikategorikan berasal dari bakteri, virus, jamur atau parasit.Dan ODHA dapat mengalami ruam kulit dengan adanya kekeringan atau gatal pada kulit di sekujur tubuh. Namun, ada beberapa kondisi kulit terkait HIV/AIDS yang perlu Kuldefamz ketahui.

Sariawan

Infeksi yang paling umum pada mereka yang terinfeksi HIV adalah sariawan. Disebabkan oleh sejenis jamur, yang disebut jamur candida. Sariawan biasanya berbentuk lapisan putih ​​di mulut yang berada di lidah atau di langit-langit mulut dan gusi. Dan mungkin terkadang akan sedikit berdarah saat menggosok gigi.

Biasanya, Dokter akan memberikan larutan obat anti jamur dan tablet. Kalian juga bisa minum air garam yang hangat setelah makan setiap saat. Banyak yang percaya bahwa cara ini dapat membatu  menghilangkan sariawan.

Oral hairy leukoplakia

Kondisi ini juga terjadi di mulut sebagai lesi (jaringan abnormal) yang berwarna putih atau berpori pada sisi lidah. Namun, hal ini disebabkan virus Epstein-Barr. Dan Lesi biasanya tidak menyebabkan rasa nyeri.

Biasa akan diobati dengan pengobatan antiretroviral reguler, pengobatan untuk perawatan infeksi akibat retrovirus, terutama HIV.

Molluscum contagiosum

Molluscum contagiosum berupa infeksi virus yang dapat menular. Kondisi biasanya ditandai adanya benjolan putih halus atau benjolan kulit berwarna pada bagian tubuh manapun loh guys.

Namun, kondisi ini biasanya sembuh dengan sendirinya saat kekebalan pasien membaik. Dokter bisa melakukan needling atau cryotherapy (tindakan bedah) bila ditemukan lesi. Jika ada banyak lesi, maka bisa diobati obat antiviral topikal. Sebuah pengobatan untuk infeksi virus pada kulit.

Infeksi yang disebabkan oleh virus herpes

Organisme umum lain yang menyebabkan infeksi pada pasien HIV adalah virus herpes. Ada dua jenis virus herpes. Tipe 1 yang paling sering terjadi pada mulut dan tampak seperti pilek. Ada juga herpes simpleks tipe 2, yang paling sering terjadi pada organ pribadi.

Tipe ini biasanya disebut herpes genital. Dan Kedua kondisi tersebut biasanya diobati dengan antivirus topikal dan antibiotik bila ada infeksi bakteri.

Herpes zoster

Nah, Virus yang disebabkan virus cacar air ini ditandai lantaran suhu tubuh rendah sehingga membuat virus aktif. Hal ini menyebabkan infeksi pada saraf tertentu. Mereka yang mengalami infeksi Herpes zoster biasanya merasakan nyeri yang luar biasa, sensasi rasa terbakar, dan kesemutan.

Hal ini menyebabkan Kulit menjadi lecet dan berisi cairan kecil yang bisa pecah dan membuat  permukaan kulit terkikis. Biasanya cara pengobatannya  dengan pemberian antiviral dan obat penghilang rasa sakit.

Psoriasis

Psoriasis berupa penyakit kulit yang umumnya hadir dengan gejala munculnya lesi bersisik merah tebal, terutama di atas siku, lutut, kulit kepala, kuku, dan punggung bagian bawah.

Lesi dapat menyebar pada seluruh tubuh pasien HIV. Namun, kondisi ini dapat diobati dengan krim steroid.

Dermatitis seboroik (ketombe)

Dermatitis seboroik lebih parah dibanding ketombe biasa. Ketombe jenis ini disertai adanya pembengkakan, gatal, dan kerak ketombe pada kulit kepala atau di atas dada.

Biasanya, hal ini dapat diobati dengan obat antijamur topikal, yang dikombinasikan asam steroid atau salisilat.

Kudis

Parasit yang umum terjadi pada individu normal dapat menjadi berbahaya pada ODHA. Mereka yang terinfeksi HIV bisa terkena kudis, yang disebabkan banyak parasit. Ini dapat menginfeksi pasien HIV secara cepat karena kekebalan tubuh yang menurun.

Sebaiknya, pasien HIV memelihara kebersihan yang baik dan minum obat antiscabicidal (obat yang mampu membunuh parasit) tertentu.

Sarkoma Kaposi (KS)

Sarkoma kaposi adalah kanker pada ODHA, yang disebabkan virus. Kondisi ini biasanya terjadi pada kulit dan selaput lendir berbentuk lesi berwarna keunguan atau gelap pada kulit.

Ini bisa menyebar ke organ dalam lainnya. KS dapat diobati dengan radioterapi, kemoterapi atau terapi biologis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here