Beri Dukungan Pada ODHA, GoHitz serahkan Bantuan Pada Lembaga Kuldesak

0
254
Lembaga Kuldesak menerima hasil charity yang diserahkan oleh pihak Gohitz. (Foto: Ist)
- Advertisement -

Gohitz sebagai portal online lifestyle milik Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) menghelat berbagai rangkaian kegiatan dengan tema 4G (Gaya, Gaul, Gress, Gemilang) dalam merayakan momen ulang tahun keempat GoHitz. Salah satunya dengan menggelar kegiatan bazar amal, guna sekaligus memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember lalu.

Sekitar 100 potong busana layak pakai hasil sumbangan dari Komunitas Perempuan Pelestari Budaya, dijual kepada para pengunjung yang hadir dalam perayaan ulang tahun GoHitz di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/11) pekan lalu. Busana-busana tersebut dijual murah dengan harga Rp 100 ribu untuk tiga potong pakaian.

Terkait hal tersebut, pada hari ini, Selasa (12/12), Lembaga Kuldesak (Kumpulan Dengan segala Aksi Kemanusiaan) menerima hasil charity dengan nominal terkumpul sebesar Rp.3.425.000 yang  diserahkan oleh pihak Gohitz untuk membantu kegiatan pencegahan dan pengendalian program HIV dan AIDS yang ada di Lembaga Kuldesak.

Ketua umum Lembaga Kuldesak, Samsu Budiman mengaku sangat senang dan bersyukur terhadap kegiatan bazar amal yang diselenggarakan oleh GoHitz. Budi mengatakan dengan adanya bantuan dari GoHitz ini, menjadi bukti nyata bahwa masih banyak komponen masyarakat yang peduli terhadap kegiatan lembaga Kuldesak dalam rangka membantu proses penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia.

“Kita sangat berterima kasih, dalam arti kita bekerja dalam isu ini tidak sendiri, ternyata banyak. Dan dari media pun concern untuk membantu, tidak hanya sebagai komunikasi, informasi dan edukasi ya, tapi media juga membantu, bahkan membuat charity,” ucap Budi disela-sela proses penyerahan bantuan tersebut, di Sekretariat Komunitas Kuldesak, Jalan Kapuk No.5, Pondok Cina, Beji, Depok.

Budi mengatakan nantinya dana bantuan yang diperoleh dari hasil bazar amal tersebut akan digunakan untuk berbagai program yang tengah dijalankan oleh lembaga Kuldesak. Salah satunya terkait permasalahan anak dengan HIV.

“Jadi tentang permasalahan anak dengan HIV ini, kita bekerja sama dengan Total Oil Foundation dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Karena anak dengan HIV saat ini masih menggunakan obat antiretroviral orang dewasa yang disesuaikan dengan berat badannya. Nah, kita ingin di 2018 itu advokasinya ke Pemerintah agar anak dengan HIV mendapatkan obat ARV yang sesuai dengan usianya,” ucap Budi.

“Yang kedua, tidak ada Psikolog khusus untuk anak untuk tumbuh kembangnya. Itu yang belum (diperhatikan) oleh teman-teman aktivis dan Pemerintah khususnya,” tambahnya.

Perlu diketahui, Lembaga Kuldesak yang berdiri sejak tahun 6 Juni 2011 ini memiliki berbagai visi dan misi, diantaranya menurunkan angka penyebaran HIV/AIDS dan dampak buruk peredaran gelap serta penyalahgunaan napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya), memperkuat Kelompok Dukungan Sebaya ODHA, pengguna dan pecandu narkoba serta orang yang terdampak, advokasi terhadap layanan dan kebijakan yang ramah, komprehensif dan berkesinambungan untuk ODHA, penyalahguna dan pecandu napza, dan juga menjadi role model atau contoh bagi orang dengan HIV/AIDS, penyalahguna dan pecandu napza.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here