Cari tau tentang apa itu Miras Legal dan Miras Oplosan (Ilegal)

0
1294
Ketahui dan katakan tidak untuk Miras Oplosan, Art by: rusakutub_
- Advertisement -

Kuldesak – Maraknya Peredaran Gelap & penyalahgunaan Minuman keras dalam bentuk “Oplosan” pekan kemarin dibeberapa kota di Indonesia sehingga banyak korban jiwa yang meninggal maupun yang perlu perawatan khusus membuktikan bahwa masih banyak orang yang kurang edukasi tentang miras dan miras oplosan.

Di Indonesia, minuman beralkohol yang diimpor diawasi peredarannya oleh negara. Dalam hal ini diamanatkan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Indonesia (DJBC). Dalam istilah kepabeanan dan cukai, minuman beralkohol disebut sebagai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA). Impor/pemasukan MMEA dari luar negeri dilakukan oleh importir khusus.

Di samping MMEA impor, bea cukai juga memiliki kewenangan untuk mengontrol secara penuh pendirian pabrik MMEA dalam negeri. Setiap badan usaha yang hendak memproduksi MMEA, maka wajib memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Pengawasan MMEA di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh DJBC, namun juga oleh pemerintah daerah.

Mengingat dampak negatif yang ditimbulkan akibat dari mengonsumsi MMEA tersebut. MMEA ini juga digolongkan dalam 3 golongan, yaitu golongan A (kurang dari 5%), golongan B (5% s.d. 20%), golongan C (lebih dari 20%). Untuk mengendalikan peredaran MMEA pemerintah melalui DJBC mengenakan tarif cukai pada tiap liter MMEA (penggunaan tarif spesifik).

Miras oplosan bukan masuk dalam minuman resmi yang layak untuk dikonsumsi dan cenderung berbahaya. Apalagi melihat zat- zat yang sering dicampurkan pada miras oplosan. Bahan yang biasa ditemukan dalam racikan miras oplosan adalah mencampur alkohol dengan minuman berenergi. Selanjutnya adalah campuran alkohol dengan minuman bersoda. Biasanya para peracik mencampurkan soda untuk menghilangkan rasa pahit dari mirasnya. Peminum miras oplosan juga memakai obat-obatan seperti obat nyamuk obat tetes mata hingga obat batuk sebagai bahan campuran. Ada juga kasus mencampurkan alkohol dengan susu. Biasanya campuran ini ditemukan pada pengonsumsi minuman alkohol tradisional.

Perlu diketahui pula bahwa mengkonsumsi minuman keras berlebih dapat mengakibatkan Keracunan dan bentuk paling sederhana dari alkohol sangat mudah di serap tubuh. zat ini dapat merusak haringan saraf pusat, otak, saluran pencernaan hingga dapat menyebabkan kebutaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here