Profile

KULDESAK

(KUMPULAN DENGAN SEGALA AKSI KEMANUSIAAN )

 

Latar Belakang

Hidup dengan HIV/AIDS dan korban penyalahgunaan Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) bukanlah suatu hal yang mudah bagi semua orang. Banyak orang yang menganggap bahwa setelah dirinya terinfeksi, mengurung dan berdiam diri di rumah adalah  cara yang paling aman agar status HIV nya  tidak diketahui oleh orang lain. Begitu pula dengan pengguna napza yang kerap kali dicap jelek sebagai sampah masyarakat, manusia tidak berguna juga sebagai pemicu berbagai macam tindak kriminalitas. Sehingga ada dari mereka yang memilih jalan pintas yaitu bunuh diri, karena tidak sangggup menanggung beban menjadi pribadi yang harus hidup dengan virus yang amat mematikan ini dan juga cap buruk sebagai pengguna Napza.  Semua hal diatas terjadi karena stigma yang ditimbulkan oleh masyarakat kita terhadap orang yang hidup dengan  HIV dan korban penyalahgunaan narkotika. Akibat stigma yang timbul inilah akhirnya menimbulkan sikap diskriminatif masyarakat terhadap orang yang hidup dengan HIV dan korban penyalahgunaan narkotika. Apalagi jika seseorang tersebut terinfeksi HIV karena pernah memakai narkoba suntik atau pekerja seks komersial, mereka akan semakin mendapatkan stigma ganda dari masyarakat. Tentu hal ini menyebabkan ketakutan seseorang untuk memeriksakan dirinya meskipun merasa dirinya beresiko. atau menutup diri dan menyimpan status HIV nya seorang diri karena takut di perlakukan secara tidak adil oleh orang lain. Begitu pula dengan anggota keluarganya, tidak sedikit dari anggota keluarga ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) dan korban penyalahgunaan narkotika yang mendapatkan perlakuan diskriminatif dari masyarakat hanya karena salah satu anggota keluarga mereka ada yang terinfeksi HIV dan pencandu atau penyalahguna narkoba.

Hal ini tentu saja tidak dapat dibiarkan begitu saja. Masih banyak harapan dan upaya yang dapat dilakukan agar orang yang hidup dengan HIV dan pengguna atau pencandu narkoba juga dapat menikmati hidup seperti halnya orang lain yang tidak terinfeksi HIV atau menggunakan narkoba. Salah satu cara agar orang yang hidup dengan HIV dan pengguna atau pecandu narkoba dapat mencurahkan segala perasaan serta permasalahan yang dihadapinya tanpa rasa takut status HIV nya dan penggunaan narkobanya diketahui atau dibocorkan oleh orang lain yaitu melalui Kelompok Dukungan Sebaya (KDS). Di dalam kelompok ini, orang yang hidup dengan HIV dan pengguna atau pecandu narkoba bebas mengemukakan pendapat, mencurahkan perasaan serta bebas berekspresi. Mereka juga dapat mempelajari banyak pengetahuan mengenai HIV/AIDS dan dampak buruk dari peredaran gelap dan penggunaan narkoba secara  khusus dan ketrampilan berorganisasi secara umum. Hal ini akan dapat meningkatkan semangat hidup, meningkatkan kepercayaan diri, dan bertambahnya ilmu pengetahuan bagi orang yang hidup dengan HIV/AIDS dan pengguna atau pecandu narkoba juga orang – orang yang terdampak seperti keluarga, isteri, anak, dan sebagainya. Oleh karena itu diperlukan adanya sebuah kelompok dukungan sebaya untuk masyarakat yang terinfeksi HIV/AIDS, pengguna atau pecandu narkoba maupun orang  yang terdampak langsung agar dapat memberikan pelayanan dukungan secara langsung kepada orang dengan HIV/AIDS, pengguna atau pecandu narkoba dan anggota keluarga yang terdampak. Dalam hal ini Kuldesak (Kumpulan Dengan Segala Aksi Kemanusiaan) akan bertindak sebagai Kelompok Penggagas yang akan memfasilitasi  teman-teman dalam pembentukan Kelompok Dukungan Sebaya untuk masyarakat yang terinfeksi HIV/AIDS, pengguna atau pecandu narkoba maupun yang terdampak.

Visi

  • Menurunkan angka penyebaran HIV/AIDS dan dampak buruk peredaran gelap serta penyalahgunaan Napza (Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya).
  • Menurunkan angka kesakitan, kematian karena infeksi HIV/AIDS, dampak buruk peredaran dan penyalahgunaan Napza.
  • Memperkuat Kelompok Dukungan Sebaya ODHA, pengguna dan pecandu narkoba serta orang yang terdampak.
  • Memperkuat sistem kesehatan dan kebijakan untuk perbaikan kinerjanya.

 Misi

  • Meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS, penyalahguna dan pecandu napza melalui peningkatan pengetahuan dan ketrampilan.
  • Membentuk Kelompok Dukungan Sebaya ODHA, penyalahguna dan pecandu napza serta orang yang terdampak langsung berbasis masyarakat berdasarkan kebutuhan.
  • Menurunkan angka stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS, penyalahguna dan pecandu napza serta orang yang terdampak melalui sosialisasi, media komunikasi, informasi dan edukasi untuk masyarakat.
  • Advokasi terhadap layanan dan kebijakan yang ramah, komprehensif dan berkesinambungan untuk ODHA, penyalaguna dan pecandu napza.
  • Menjadi role model atau contoh bagi orang dengan HIV/AIDS, penyalahguna dan pecandu napza.

 

Tujuan Umum

  • Meninigkatkan kualitas hidup orang yang hidup dengan HIV/AIDS, penyalahguna dan pecandu napza.
  • Meluruskan cara pandang masyarakat terhadap stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), penyalahguna dan pecandu napza.
  • Mengupayakan pelayanan kesehatan dan kebijakan yang ramah, komprehensif dan berkesinambungan terhadap orang dengan HIV/AIDS, penyalahguna dan pecandu napza serta keluarganya.

 Tujuan Khusus

  • Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orang yang hidup dengan HIV/AIDS, penyalahguna dan pecandu napza serta orang yang terdampak.
  • Menguatkan dan mengembangkan jejaring orang dengan HIV/AIDS, penyalahguna dan pecandu napza serta orang yang terdampak di seluruh tanah air.

 

Kelompok Sasaran

Yang akan menjadi sasaran adalah masyarakat kelompok beresiko tinggi, populasi kunci terkait pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS serta dampak buruk peredaran dan penyalahgunaan napza serta masyarakat yang terdampak langsung.

 

Strategi

Strategi yang akan dilakukan adalah dengan cara pendekatan kepada masyarakat beresiko tinggi, populasi kunci dan orang dengan HIV/AIDS serta pengguna dan pecandu napza juga orang yang terdampak langsung melalui sosialisasi, penjangkauan dan pendampingan serta peningkatan kapasitas melalui berbagai macam kegiatan yang dibutuhkan.

 

Program

Adapun program yang dilaksanakan oleh Kuldesak dibagi dalam beberapa divisi :

Divisi Care, Support and Treatment dan Divisi Napza

  • Penjangkauan dan pendampingan terhadap masyarakat beresiko tinggi, Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), pengguna dan pecandu napza di tempat dimana mereka biasa berkumpul, fasilitas layanan kesehatan ataupun melalui media sosial.
  • Close meeting (rapat tertutup)

Close meeting ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA), penyalahguna dan pecandu napza. Didalam kegiatan close meeting ini peserta bebas untuk mengutarakan hal apa saja (sharing) termasuk kesedihan atau kesenangan yang sedang dirasakan. Para peserta yang lain akan mendengarkan dan siap memberi dukungan apabila ada peserta yang sedang dalam kesedihan. Selain memberikan dukungan, peserta juga bebas bertanya mengenai hal-hal apa saja kepada temannya terkait permasalahan HIV/AIDS, adiksi, dampak buruk peredaran gelap dan penyalahgunaan napza.

  • Study club

Study club adalah sebuah pertemuan dimana pada setiap pertemuan melibatkan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), pengguna atau pecandu napza, keluarga serta masyarakat secara langsung sebagai peserta pertemuan. Didalam pertemuan ini akan ada satu atau dua orang narasumber yang akan memberikan materi seputar pengetahuan HIV/AIDS, adiksi dan dampak buruk penyalahgunaan napza kepada peserta. Tema materi yang akan disampaikan akan disepakati sesuai kebutuhan peserta.

  • Support Group (Konseling Sebaya)

Konseling Sebaya ini dilakukan setiap hari pada hari kerja yaitu dari hari Senin-Jumat. Konseling sebaya bertujuan untuk memberikan dukungan dan informasi kepada ODHA, pengguna atau pecandu napza serta keluarganya.

  • Hospital Visit (Kunjungan Rumah Sakit)

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan dukungan kepada ODHA, pengguna dan pecandu napza yang sedang menjalani perawatan di fasilitas layanan kesehatan, baik rawat inap maupun rawat jalan. Selain memberikan dukungan kepada ODHA, pengguna dan pecandu napza yang sedang menjalani perawatan, hospital visit juga memberikan informasi seputar HIV/AIDS, adiksi dan dampak buruk peredaran serta penyalahgunaan napza.

  • Home visit (kunjungan rumah)

Staf dan anggota Kuldesak akan mengunjungi dampingan ODHA, pengguna dan pecandu napza serta keluarganya dirumah yang bertujuan memberikan dukungan psikososial, informasi dan edukasi yang dibutuhkan.

  • Kelompok Dukungan Sebaya / Peer Support

Membentuk dan memberikan asistensi dalam pembentukan Kelompok Dukungan Sebaya atau peer support untuk Orang Dengan HIV/AIDS, Pengguna atau penyalahguna narkoba dan keluarga berdasarkan kebutuhan.

  • Rehabilitasi dan IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor)

Membuka layanan rehabilitasi sosial untuk pengguna narkoba secara sukarela dan sebagai pelaksana IPWL melalui sistem kerjasama dan bermitra dengan stakeholder terkait.

Divisi Advokasi

Mengupayakan layanan dan kebijakan yang ramah, komprehensif, berkesinambungan untuk Orang Dengan HIV/AIDS, pengguna dan penyalahguna napza serta sebagai sosial kontrol terhadap pemerintah.

Divisi Humas

– Memberikan informasi tentang perkembangan organisasi yang cukup terhadap semua perangkat organisasi

– Memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak lain dalam kaitan kebijakan organisasi, kegiatan maupun kerjasama organisasi dengan pihak ketiga lainnya.

– Tim pembuka dalam mengadakan hubungan kerjasama dengan pihak lain.

– Mengumpulkan informasi untuk kepentingan organisasi.

– Menjalankan media sebagai bentuk pelayanan informasi interaktif dengan pihak lain.

Divisi Media

– Sebagai mediator dan penanggung jawab pengembangan media serta penyebarluasan informasi dan komunikasi baik internal maupun eksternal.

– Sebagai sarana komunikasi internal dan eksternal di Perkumpulan Kuldesak baik secara horizontal maupun vertikal.

Divisi Pemberdayaan

     Membuat pelatihan peningkatan kapasitas yang dibutuhkan untuk Orang Dengan HIV/AIDS, penyalahguna dan pengguna napza yang ada di Perkumpulan Kuldesak.

Divisi PMTS (Penularan Melalui Transmisi Seksual)

– Pendampingan dan Penjangkauan kepada masyarakat yang beresiko tinggi, populasi kunci untuk diberikan informasi dan dirujuk kelayanan kesehatan untuk diperiksa terkait Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya yang disebabkan oleh seks yang beresiko tanpa pengaman.

– Sosialisasi dan pemberikan kondom kepada masyarakat yang beresiko tinggi, populasi kunci agar terhindar dari penyakit menular seksual, HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya.

Divisi Kepemudaan

Dalam rangka pengembangan organisasi di Perkumpulan KULDESAK (Kumpulan Dengan Segala Aksi Kemanusiaan) telah berdiri organisasi kepemudaan yang bernama “Pemuda Kuldesak” yang merupakan bagian dari Perkumpulan KULDESAK yang bergerak dalam bidang kemanusiaan dan sosial secara umum dan khususnya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS dan Napza (Narkotika,Psikotropika dan Zat adiktif lainnya). Pemuda Kuldesak adalah organisasi kepemudaan yang berdiri sendiri dan bersifat nasional serta merupakan salah satu pilar partisipasi masyarakat dibidang kesejahteraan sosial. Nomor Akta Pendirian : 04, Tanggal 29 November 2016, Notaris : Titin Etikawati,SH,Mkn. Dan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU-0080775.AH.01.07.Tahun 2016. Adapun program Pemuda Kuldesak adalah : Sosialisasi Prevention/Pencegahan Napza dan HIV/AIDS ke sekolah dan kampus, Pendidikan kritis untuk pengguna napza remaja dan usia muda ( 18 – 30 tahun), Pendampingan hukum (Paralegal untuk pengguna napza remaja dan usia muda yang tersangkut kasus hukum, Peningkatan kapasitas dalam bentuk pelatihan, seminar, workshop, lokakarya untuk remaja dan usia muda terkait informasi edukasi HIV/AIDS dan Napza, Kewirausahaan / Entrepreneurship.

Struktur Organisasi

 

Struktur Lembaga Kuldesak
Penasehat : H. Tamami
Pembina I : Munir HM
Pembina II : Sutrisna
Pengawas : Priadi Gaspet
Ketua Umum : Samsu Budiman
Wakil Ketua : Handi Abdasmara
Sekretaris : Erdiansyah
Bendahara : Ahmad Suwandri
Struktur Program
Direktur Program : Samsu Budiman
Program Manajer : Hendra Chairuddin
Finance Administrasi Office : Meta Marthasari Attamimi
Koordinator Divisi
Divisi Humas : Radiaz Hages Trianda
Divisi Care, Support & Treatment : Radiaz Hages Trianda
Divisi PMTS :
Divisi NAPZA : Yudha Wahid
Divisi Media : Chandra.S
Divisi Advokasi :
Divisi Pemberdayaan : Ari Kartika Dewa
Divisi Kepemudaan : Roy Baffih

 

Sejarah Berdirinya Kuldesak

Awal berdirinya kuldesak adalah berdasarkan kebutuhan teman-teman yang terinfeksi HIV (+) dan teman-teman yang terdampak langsung di Kota Depok akan kebutuhan akses layanan untuk Voluntary, Counceling And Testing (VCT) atau Tes HIV sukarela dan pengobatan penyakit penyertanya, belum tersedianya layanan untuk Harm Reduction (pengurangan dampak buruk bagi pemakai narkoba suntik dari penyakit menular dan HIV), belum tersedianya obat Anti Retroviral Virus (ARV) baik ditingkat Puskesmas maupun Rumah Sakit, serta belum adanya Komisi Penanggulangan AIDS Kota (KPAK) di Depok.

Didirikan pada hari Sabtu, 6 Juni 2011 yang diprakarsai oleh beberapa orang yang terinfeksi HIV (+) dan orang yang terdampak yang terdiri dari : Samsu Budiman, (Almarhum) Anwar Hakim, Erdiansyah, Handi Abdasmara, Rano Putera Samudera, Lilis Sumila, Radiaz Hages Trianda, Farmayano dan Sigit Hartantio.

 

Arti dan Filosopi Kuldesak

Arti umum Kuldesak adalah jalan buntu. Tapi yang sebenarnya adalah Kuldesak itu hanyalah istilah. Kuldesak hanyalah momentum sementara. Kuldesak adalah maya. Dua hal yang dapat kita lakukan ketika menemui Kuldesak adalah diam dan bergerak. Ya, hanya itu saja. Diam berarti logika dan hati yang bekerja, bukan mulut. Bekerja berarti melakukan sesuatu secara fisik untuk menempuh suatu jalan yang lebih baik.

 

Selain itu Kuldesak juga menjalankan beberapa program :

 2011 – 2012       :

Program Penjangkauan, Pendampingan, Study Club dan Pertemuan Support Group. Dukungan dana Indonesia Partnership Fund (IPF) melalui Spritia Foundation yang disalurkan melalui Rumah Cemara/Bandung Plus Support.

2012 current :

Program Care Support and Treatment (CST) dan Advokasi. Dukungan dana mandiri Kuldesak.

2013 – 2014 :          

Program Penjangkauan dan Pendampingan untuk Lelaki Beresiko Tinggi, Pengguna Napza Suntik dan Peer Support (PS) orang yang hidup dengan HIV (+). Dukungan Dana Global Fund Round 8 fase SSF melalui Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan disalurkan oleh Komunitas Aksi Kemanusiaan Indonesia (KAKI).

2013 – 2015       :

Program Pertemuan dan Pelatihan TB-HIV. Dukungan dana Kemenkes melalui Spiritia Foundation dan disalurkan oleh Rumah Cemara/Bandung Plus Support.

2013 – 2015       :

Program Penjangkauan dan Pendampingan. Dukungan dana Ausaid melalui Spiritia Foundation dan disalurkan oleh Rumah Cemara/Bandung Plus Support.

2015 – 2016 :

      • Program Media, Prevention Of Transision To Injection (POTTI) dan Paralegal. Dukungan dana Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI).
      • Program Pendampingan, Sosialisasi dan Pelatihan ODHA. Dukungan dana Indonesia Partership Fund (IPF) melalui Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dan disalurkan langsung oleh Kuldesak.
      • Program PMTS – LKB – SUFA dukungan dana IPF – KPAN

2016 -2017 :

    • Program Pendampingan ODHA, Support Group, Pertemuan PL-HIV (People Living With HIV). Dukungan dana GF-ATM New Funding Model melalui Spiritia yang disalurkan kepada Female Plus sebagai Implemanting Unit (IU) Provinsi Jawa Barat
    • Program Kolaborasi TB-HIV, dukungan dana Indonesia AIDS Coalition (IAC) yang disalurkan kepada Female Plus